Selamat Datang Di Blogger Generasinya Anak Rantau
LARA HATI (Laskar Anak Rantau Hamba Sejati)

Thursday, 3 July 2014

Jalani Puasa Ramadhan dg Ikhlas dan Sabar Niscaya Ada Berkah dan RidhoanNYA

Kata “Ramadhan” merupakan bentuk mashdar (infinitive) yang terambil dari kata ramidhayarmadhu yang pada mulanya berarti membakar, menyengat karena terik, atau sangat panas. Dinamakan demikian karena saat ditetapkan sebagai bulan wajib berpuasa, udara atau cuaca di Jazirah Arab sangat panas sehingga bisa membakar sesuatu yang kering.

Selain itu, Ramadhan juga berarti ‘mengasah’ karena masyarakat Jahiliyah pada bulan itu mengasah alat-alat perang (pedang, golok, dan sebagainya) untuk menghadapi perang pada bulan berikutnya. Dengan demikian, Ramadhan dapat dimaknai sebagai bulan untuk ‘mengasah’ jiwa, ‘mengasah’ ketajaman pikiran dan kejernihan hati, sehingga dapat ‘membakar’ sifat-sifat tercela dan ‘lemak-lemak dosa’ yang ada dalam diri kita.

Ramadhan yang setiap tahun kita jalani sangatlah penting dimaknai dari perspektif nama-nama lain yang dinisbatkan kepadanya. Para ulama melabelkan sejumlah nama pada Ramadhan.

Pertama, Syahr al-Qur’an (bulan Alquran), karena pada bulan inilah Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kitab-kitab suci yang lain: Zabur, Taurat, dan Injil, juga diturunkan pada bulan yang sama.

Kedua, Syahr al-Shiyam (bulan pua sa wajib), karena hanya Ramadhan me ru pakan bulan di mana Muslim diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Dan hanya Ramadhan, satu-satunya, nama bulan yang disebut dalam Alquran. (QS al-Baqarah [2]: 185).

Ketiga, Syahr al-Tilawah (bulan membaca Alquran), karena pada bulan ini Jibril AS menemui Nabi SAW untuk melakukan tadarus Alquran bersama Nabi dari awal hingga akhir. Keempat, Syahr al-Rahmah (bulan penuh limpah an rahmat dari Allah SWT), karena Allah menurunkan aneka rahmat yang tidak dijumpai di luar Ramadhan. Pintu-pintu kebaikan yang mengantarkan kepada surga dibuka lebar-lebar.

Kelima, Syahr al-Najat (bulan pembebasan dari siksa neraka). Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa dan pembebesan diri dari siksa api neraka bagi yang berpuasa karena iman dan semata-mata mengharap ridha-Nya. Ke enam, Syahr al-’Id(bulan yang berujung/ berakhir dengan hari raya). Ramadhan disambut dengan kegembiraan dan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri yang penuh kebahagiaan juga, termasuk para fakir miskin

Ketujuh, Syahr al-Judd (bulan kedermawanan), karena bulan ini umat Islam dianjurkan banyak bersedekah, terutama untuk meringankan beban fakir dan miskin. Nabi SAW memberi keteladanan terbaik sebagai orang yang paling dermawan pada bulan suci.

Kedelapan, Syahr al-Shabr (bulan kesabaran), karena puasa melatih seseorang untuk bersikap dan berperilaku sabar, berjiwa besar, dan tahan ujian.

Kesembilan, Syahr Allah (bulan Al lah), karena di dalamnya Allah melipatgandakan pahala bagi orang berpuasa.

Jadi, Ramadhan adalah bulan yang sangat sarat makna yang kesemuanya bermuara kepada kemenangan, yaitu: kemenangan Muslim yang berpuasa dalam melawan hawa nafsu, egositas, keserakahan, dan ketidakjujuran. Sebagai bulan jihad, Ramadhan harus dimaknai dengan menunjukkan prestasi kinerja dan kesalehan individual serta sosial
LIHAT DETAIL - Jalani Puasa Ramadhan dg Ikhlas dan Sabar Niscaya Ada Berkah dan RidhoanNYA

Friday, 11 April 2014

Pesta Rakyat Demokrasi 2014

Hoamm.., sudah lama tidak ngeblog bingung mau nulis apa, maklum beberapa bulan ini disibukkan dengan pekerjaan ke luar kota dan urusan skripsi duk. Karena saat ini trending topicnya pemilu maka saya akan coba posting Pemilu 2014 yaitu suatu pesta demokarasi di Indonesia yang menelan kucuran dana milyaran rupiah ini, yang acara ritual ini dilakukan setiap 5thn sekali. Pesta Demokrasi Rakyat 2014 Telah berlangsung 9 April 2014 lalu, dimana tahun 2014 ini merupakan tahun politik, dan bentuk partisipasi kami sebagai anak bangsa dalam berpolitik, kami akan memcoba bahas tentang pemilu Legislatif 2014. Dengan demikian kita sebagai warna negara yang baik telah memberikan sedikit banyak kontribusi kepada NKRI duk :D , walaupun negara saat ini belum bisa memberikan kontribusi kesejahteraan hidup yang diharapkan oleh seluruh masyarakat indonesia dari sabang sampai merauke, karena sesungguhnya tanyakan pada diri kita sendiri duk "JANGAN TANYA KONTRIBUSI APA YANG TELAH DIBERIKAN NEGARA KEPADA KITA duk, TETAPI TANYA KONTRIBUSI APA YANG TELAH KITA BERIKAN PADA BANGSA DAN NEGARA INDONESIA YANG TERCINTA INI???". Pemilu 2014 akan dilaksanakan dua kali yaitu Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April 2014 yang akan memilih para anggota dewan legislatif dan  Pemilu Presiden pada tanggal 9 Juli 2014 yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden.
Pemilu 2014 akan memakai e-voting dengan harapan menerapkan sebuah sistem baru dalam pemilihan umum. Keutamaan dari penggunaan sistem e-voting adalah Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang sudah mulai dipersiapkan sejak tahun 2012 secara nasional. Dan hasil sementara pemilu 9 april 2014 beberapa waktu lalu terjadi fragmentasi politik dan kejutan - kejutan dari dan buat para pelaku - pelaku politik. Hasil sementara dapat dilihat data statistik dibawah ini :
Hasil Sementara Pemilu Legislatif 9 April 2014 (Quick Count)
NAMA PARTAI                                       PERSENTASE SUARA
1. Partai Nasdem                                            6.39%
2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)         9.05%
3. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)                 6.61%
4. PDI Perjuangan (PDIP)                          19.71%
5. Partai Golkar                                          14.6%
6. Partai Gerindra                                       11.88%
7. Partai Demokrat                                      9.71%
8. Partai Amanat Nasional (PAN)                   7.54%
9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)          7.02%
10. Partai Hanura                                            5.23%
11. Partai Bulan Bintang                                  1.38%
12. PKP Indonesia (PKPI)                             0.98%
TOTAL DATA MASUK:                             97%

Dari hasil sementara pemilu 2014 diatas maka kita akan coba sedikit mencari data dan fakta history tentang beberapa Profile Parpol yang mungkin dapat menambah wawasan dan inspirasi kita semua dalam kancah dunia politik duk.

1. PDIP, Momentum Mengembalikan Kejayaan

Kelahiran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) tidak bisa dilepaskan dari peristiwa 27 Juli 1996. Ketika itu, kantor PDI yang disesaki massa simpatisan Ketua Umum terpilih, Megawati Soekarnoputri, diserang massa pendukung Soerjadi, Ketua Umum versi Kongres Medan.

Peristiwa yang kemudian disebut “Sabtu Kelabu” itu tak membuat dukungan terhadap Megawati kendor. Justru semakin kokoh. Lalu pendukung Megawati menggelar Kongres di Bali pada 20 Oktober 1998 guna mengukuhkan kepemimpinan anak Bung Karno tersebut. Kongres Bali juga sepakat menambah kata "Perjuangan" di belakang kata PDI untuk membedakan dengan PDI “aliran” Soerjadi yang direstui Orde Baru.

Ketika keran kebebasan berpolitik dibuka lebar-lebar pada Era Reformasi, PDI Perjuangan mendaftarkan diri menjadi salah satu kontestan Pemilu 1999. Hasilnya cukup mencengangkan, PDI Perjuangan berhasil meruntuhkan dominasi Partai Golkar dengan meraih 35.689.073 suara (33,74%).

Meski menempatkan 151 wakilnya di Parlemen, PDI Perjuangan gagal menjadikan Megawati sebagai Presiden. Partai berideologi Marhaenisme itu kalah pada pemungutan dalam Sidang Umum MPR 20 Oktober 1999. Abdurrahman Wahid yang dijagokan “Poros Tengah” lebih unggul. Tapi, Mega berhasil merebut posisi Wakil Presiden usai menang bertarung melawan Hamzah Haz sehari kemudian.

Hampir dua tahun Megawati menduduki posisi itu. Hingga 23 Juli 2001, MPR RI menggelar Sidang Istimewa untuk melengserkan Abdurrahman Wahid dari jabatan presiden. Posisi Kepala Negara yang kosong itu, secara otomatis mengantarkan Megawati sebagai presiden menggantikan Gus Dur, sapaan Abdurrahman Wahid.

Pada Pemilu Legislatif 2004, perolehan suara PDI Perjuangan menurun drastis. Partai berlambang banteng bermoncong putih itu berada di posisi kedua dengan raihan 109 kursi di Senayan. Megawati yang dipasangkan dengan Hasyim Muzadi pun kalah pada Pemilu Presiden 2004.

Dukungan terhadap PDI Perjuangan terus menurun. Pada Pemilu Legislatif 2009, partai yang bermarkas di Lenteng Agung ini hanya mampu meraih 95 kursi di parlemen alias menjadi pemenang ketiga. Lagi-lagi, Megawati gagal diusung jadi Presiden.

Kini, menghadapi Pemilu 2014, partai dengan nomor urut 4 itu optimis. Terutama didorong oleh melejitnya kader-kader muda seperti Joko Widodo (Gubernur DKI Jakarta), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), serta Tri Rismaharini, debutan baru yang kini menjabat Wali Kota Surabaya.

Mereka berpotensi mengangkat pamor partai di mata publik. Slogan “Indonesia Hebat” yang terpampang di berbagai baliho kampanye, juga diharapkan bisa merebut simpati masyarakat terhadap PDI Perjuangan.

Inilah momentum terbaik PDI Perjuangan di saat pamor partai penguasa, Partai Demokrat, merosot tajam. Namun, jejak korupsi yang melibatkan para kader di Parlemen membuat langkah PDI Perjuangan bisa jadi tak mulus.

Beberapa fungsionaris seperti Panda Nababan, Agus Condro Prayitno, Max Moein, dan Enggelina Patisiana, divonis terlibat dalam kasus korupsi pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Gultom. Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan, Emir Moeis, pun bernasib sama. Mantan Ketua XI itu ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi karena menjadi tersangka kasus korupsi proyek pengadaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tarahan, Lampung.

Dengan rekam jejak sebagai partai oposisi yang secara konsisten dijalani, apakah para kader mampu mengembalikan marwah partai sembari meraih dukungan maksimal dari masyarakat? Kita tunggu tanggal mainnya.

2. Golkar, Jungkir-Balik di Pentas Politik

Partai Golkar termasuk yang percaya diri mencalonkan Ketua Umum Aburizal Bakrie sebagai kandidat Presiden 2014. Partai berlambang beringin ini sudah dua kali mengajukan kandidat presiden, namun selalu kandas.

Pada 2004 misalnya, Wiranto yang memenangkan Konvensi Partai Golkar, maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Salahuddin Wahid. Gagal.

Pada pemilihan umum lima tahun berikutnya, Golkar mencalonkan Jusuf Kalla. Posisi Wiranto yang sudah mendirikan Partai Hanura turun, menjadi calon wakil presiden. Lagi-lagi, kandas. Kali ini giliran Aburizal Bakrie yang diusung.

Golkar memiliki sejarah panjang sebagai penguasa. Partai ini didirikan sebagai kelanjutan dari Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) yang didirikan pada 20 Oktober 1964. Militer, terutama Angkatan Darat, memiliki peran sentral dalam pembentukannya. Akademisi, kaum muda, petani, buruh, dan nelayan dihimpun ke dalam wadah fungsional ini.

Enam tahun pascapendiriannya, Golkar resmi menjadi salah satu peserta Pemilu 1971 dan Golkar menjadi partai politik. Hasilnya membuat para petinggi Golkar sumringah. Partai berlambang pohon beringin itu menuai sukses besar, berhasil meraup 34.348.673 (62,79 persen).

Keberhasilan Golkar semakin memperkuat kekuasaan Orde Baru. Selama  berkuasa, jabatan-jabatan strategis dalam struktur eksekutif, legislatif dan yudikatif, dikuasai oleh para kader. Mereka meraihnya lewat jalur ABG (ABRI, Birokrasi, dan Golkar) yang telah disiapkan secara informal. 

Lewat jaringan konstituen itu, Golkar berhasil menguasai perhelatan pemilu selanjutnya. Kemenangan selalu ditorehkan pada Pemilu 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997.

Tahun 1998, Gerakan Reformasi bergulir. Presiden Soeharto yang kala itu menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, terpaksa turun dari kursi presiden yang sudah diduduki selama 32 tahun. Golkar pun terkena imbasnya. Tuntutan agar partai itu dibubarkan menggema di seantero Nusantara. 

Reformasi berhasil meruntuhkan dominasi Partai Golkar. Pada Pemilu 1999, Golkar hanya berhasil menempati posisi kedua dengan perolehan suara 23.741.749 (22,4 persen alias 120 kursi). Meski tak lagi memperoleh jabatan presiden, namun "Partai Beringin" mampu menempatkan Ketua Umum Akbar Tanjung sebagai Ketua DPR RI.

Basis pendukung partai pun tercerai-berai. ABRI, birokrasi, dan masyarakat sipil di luar keduanya, tak lagi secara bulat mendukung. Tuntutan mengembalikan tentara ke barak dan netralitas birokrasi dalam politik, ikut memperkuat hajat tersebut.

Namun, lima tahun berselang, Partai Golkar kembali mendominasi peta politik nasional. Partai yang bermarkas di Slipi, Jakarta Barat, itu meraih 24.480.757 suara (21,58 persen atau 128 kursi). Golkar juga kembali menempatkan kadernya, Agung Laksono sebagai Ketua DPR RI.

Meski sentimen negatif menyelimuti Golkar, tapi tak membuat perolehan suara partai merosot tajam. Pada Pemilu 2009, malah tampil sebagai runner up dengan raihan suara 15.037.757 suara (14,45 persen). Raihan 107 kursi di parlemen membuat posisinya layak diperhitungkan. Partai yang kini diketuai Aburizal Bakrie itu pun memimpin Sekretariat Gabungan dan menempatkan tiga kadernya di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II pimpinan SBY-Boediono.

Tidak hanya prestasi, sejumlah kasus korupsi juga menjerat kader Golkar menjelang pemilu. Paling anyar, menimpa Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP Partai Golkar yang juga Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah. Gubernur perempuan pertama di Indonesia itu ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi.

Senasib dengan Atut, Ketua Bidang Seni Budaya dan Pariwisata DPP Partai Golkar, Chairunnisa juga mendekam di tahanan KPK. Begitu pun dengan mantan Gubernur Riau sekaligus Ketua Bidang Hubungan Eksekutif dan Yudikatif DPP Partai Golkar, H.M. Rusli Zainal, yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

Meski didera kasus korupsi, Partai Golkar optimis meraih hasil baik pada Pemilu 2014 nanti. Jargon "Suara Golkar Suara Rakyat" yang diusung partai bernomor urut 5 itu, diharapkan bisa mengangkat perolehan suara nasional .

3. Gerindra, Pilihan Hashim dan Gagasan Prabowo

Kamis, 6 Februari 2008 merupakan hari bersejarah dalam perjalanan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Bertempat di TPA Bantar Gebang, Bekasi, partai yang diketuai oleh Suhardi itu, dideklarasikan.

Gagasan pendirian Partai Gerindra diwacanakan di lingkaran kakak-beradik Prabowo Subianto dan Hashim Djojohadikusumo. Mantan aktivis mahasiswa Fadli Zon dan mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Bidang Penggalangan Muchdi Prawiro Pranjono juga terlibat saat itu. Nama Gerindra merupakan pilihan Hashim, sedangkan lambang kepala burung garuda gagasan Prabowo Subianto.

Debut Gerindra pada Pemilu 2009 cukup memuaskan. Partai tersebut meraih 4.646.406 suara (4,46 persen) dan menempatkan 26 wakilnya di DPR RI. Dengan komposisi itu, bersama PDI Perjuangan dan Hanura, Gerindra kerap kali menjadi penyeimbang suara partai-partai yang lain yang tergabung ke dalam Sekretariat Gabungan.

Tak berhenti di situ, partai berasas Pancasila ini juga tampil konsisten sebagai pengkritik pemerintah yang dinilai tidak pro-rakyat. Kebijakan impor pangan, menurut Prabowo, merendahkan martabat bangsa sebagai bangsa agraris dan tak memiliki daya saing terhadap bangsa lain.

Menghadapi Pemilu 2014, Gerindra optimis mendapat dukungan melimpah dari petani, pegawai, dan pedagang pasar. Dengan posisi Prabowo sebagai Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APSI) dan Ketua Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), partai yang mengaku ingin mengangkat rakyat dari jerat kemelaratan ini memiliki tambahan modal sosial.

Dalam berbagai kesempatan, Gerindra sudah mengajak masyarakat Indonesia untuk peduli dan memanfaatkan produk dalam negeri. Partai bernomor urut 6 ini juga kerap menampilkan Prabowo sebagai sosok tegas, berani, dan peduli terhadap kesejahteraan rakyat. Dari kampanye itu, Gerindra berharap mendapat dukungan dari pemilih pemula.

Namun, jalan Gerindra tak selalu mulus. Upaya pencitraan partai terganggu dengan beredarnya uang kertas dari pecahan 5.000 hingga 100.000 bercap Prabowo pada akhir Januari 2014 silam. Stempel bertuliskan "Prabowo: Satria Piningit, Heru Cakra Ratu Adil" pada uang kertas itu diduga menjadi materi kampanye pencalonan mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut sebagai presiden.

Koordinator Prabowo Media Center Budi Purnomo Karjodihardjo menyampaikan keprihatinannya atas kasus tersebut. Ia justru menduga adanya kampanye hitam (black campaign) terhadap Gerindra dan Prabowo Subianto.

Heboh rencana proyek pembangunan ruang Badan Anggaran senilai Rp20 miliar juga sempat hinggap di partai ini. Agar citra partai tak keruh, DPP Partai Gerindra segera mencopot Pius Lustrilanang dari posisinya sebagai Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga RI, yang diramaikan tersangkut proyek itu.

Kemenangan pasangan Jokowi-Basuki sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung Gerindra diharapkan berdampak baik pada partai. Gerindra ingin kinerja Ahok – tokoh yang mereka usung sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta - bisa menaikkan citra partai dan meningkatkan perolehan suara.

Nah, kini bolanya ada di tangan pemilih. Bagaimana Anda menilai partai besutan Prabowo Subianto ini?

4. Demokrat, Berawal dari Kekalahan SBY

Bermula dari kekalahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat bersaing memperebutkan posisi wakil presiden dalam Sidang Istimewa MPR 2001, ide kelahiran Partai Demokrat menguat ke permukaan. Gagasan pendirian partai dimaksudkan untuk mengusung mantan Menteri Pertambangan dan Energi (1999-2000) itu sebagai presiden.

Dimotori oleh Vence Rumangkang, urusan teknis administrasi partai diselesaikan. Rapat pendirian organisasi politik itu pun berlanjut dengan promosi pencalonan SBY sebagai presiden oleh Tim Krisna Bambu Apus. Tim ini dipimpin oleh Achmad Yani Wahid, yang saat itu juga menjabat Ketua Umum Partai Republik.

Pembahasan cikal bakal kendaraan politik SBY itu tak hanya berlangsung di apartemen, tapi juga di kantor Menko Polkam. Setelah persiapan usai, SBY sebagai yang empunya ruangan, tampil memimpin rapat pada 19 Agustus 2001. Tak lama berselang, tepatnya 9 September 2001, partai itu resmi didirikan.

Ajang Pemilu 2004 merupakan pengalaman pertama partai besutan SBY bersaing di kancah politik nasional. Pada pemilihan anggota Legislatif itu, Demokrat meraih suara sebanyak 8.455.225 (7,45 persen) dan menempatkan 57 wakilnya di DPR RI. Popularitas partai ini tak bisa dilepaskan dari faktor SBY yang namanya kian mengkilap. Apalagi setelah diberhentikan Presiden Megawati sebagai menteri, namanya semakin berkibar.

Demokrat yang mendapat angin, lantas menjagokan SBY berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) dari Golkar sebagai calon presiden dan wakil presiden melawan mantan pimpinannya, Megawati. Dari dua putaran pemilihan presiden, pasangan SBY-JK tak tertandingi dan keluar sebagai pemenang.

Faktor SBY lagi-lagi menjadi penentu kemenangan partai pada Pemilu 2009. Secara mengejutkan, partai yang ketika itu dipimpin Hadi Utomo, melejit ke urutan pertama dengan meraih 21.703.137 suara (20,85 persen). Demokrat menempatkan 150 orang wakilnya di DPR RI.

Pasangan SBY-Boediono yang kembali diusung pada Pemilu Presiden 8 Juli 2009, berhasil mengungguli pasangan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto.

Namun, skandal korupsi yang melibatkan sejumlah kader utama Partai Demokrat membuat para punggawanya kelimpungan. Demokrat terancam terdegradasi dari barisan partai papan atas lantaran skandal korupsi yang terus mengelayuti para petinggi, kader, dan orang-orang dekat Presiden SBY.

Mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan Wakil Sekretaris Jenderal Angelina Sondakh mendekam di penjara karena tersangkut kasus proyek wisma atlet di Palembang. Sementara mantan Ketua DPP Partai Demokrat Andi A. Mallarangeng bersama mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, diseret KPK sebagai tersangka kasus Proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Hambalang.

Didera skandal korupsi, elektabilitas partai bernomor urut 7 itu merosot tajam. Hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia menunjukkan, tingkat elektabilitas Partai Demokrat tersisa 4,7 persen pada Januari 2004.

Beragam cara dilakukan untuk meningkatkan citra partai. Langkah SBY yang turun menjadi Ketua Umum Partai adalah salah satunya. Cara lainnya, dengan menggelar Konvensi Partai Demokrat guna menjaring calon presiden. Dengan cara itu, Demokrat berharap elektabilitasnya naik karena setiap peserta konvensi diharuskan menggalang dukungan dan menjadi anggota partai sekaligus.

Kini, setelah tak lagi bisa mengusung SBY sebagai presiden, mampukah para punggawa partai berideologi Pancasila, Konservatisme dan Anti-Komunisme itu, mengembalikan citranya yang terus terpuruk?

5. PKB, Tiga Calon Presiden

Berawal dari istighosah kubro (doa bersama untuk meminta pertolongan) yang digelar di Rembang, Jawa Timur, 30 Mei 1998. Para ulama Nahdlatul Ulama mendesak tuan rumah KH. Cholil Bisri untuk mendirikan partai sebagai wadah aspirasi politik warga NU.

Meski awalnya sempat menolak lantaran tak mau terlalu dalam berkecimpung dalam politik praktis, Kyai Cholil mengalah. Ia mengundang para sesepuh ke pesantrennya. Sejumlah persiapan dilakukan, mulai dari pembentukan Tim Panitia yang bertugas membuat draf hingga melobi politisi NU yang berada di Golkar, PDIP, dan PPP untuk bergabung.

Namun, Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) sangat hati-hati menyikapi usulan tersebut. Alasannya, Muktamar NU ke-27 di Situbondo menetapkan, secara organisatoris NU tidak terkait dengan partai politik manapun dan tidak melakukan kegiatan politik praktis.

Aspirasi umat yang sangat besar membuat PBNU turun tangan. Setelah menunjuk Tim Lima dan Tim Asistensi untuk menggodok usulan yang berkembang, pada 23 Juli 1998, bertempat di Ciganjur, lima ulama: Munasir Ali, Ilyas Ruchiyat, Abdurrahman Wahid, A. Mustofa Bisri, dan A. Muhith Muzadi ditunjuk sebagai deklarator berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa.

Tahun 1999 merupakan pengalaman pertama partai warga NU itu bertarung di politik praktis. Hasilnya cukup lumayan, PKB berada di urutan keempat. Pada pemilu yang digelar 7 Juni itu, partai pimpinan Matori Abdul Jalil tersebut meraih 51 kursi (11,03 persen) dari 462 kursi yang diperebutkan.

Pascaditolaknya Pidato Pertanggungjawaban Presiden BJ Habibie dalam Sidang Istimewa MPR, politisi PKB bergerak melobi faksi Partai Golkar agar mendukung Abdurrahman Wahid sebagai presiden. Lobi berhasil. Ulama yang disapa Gus Dur itu memenangkan voting pada Sidang Istimewa yang digelar 20 Oktober 1999. Sehari kemudian, Gus Dur dilantik menjadi presiden.

Pada Pemilu 2004, partai yang berideologi Pancasila dan Konservatisme memperoleh 11.989.564 suara (10,57 persen) dan 52 wakilnya duduk di DPR RI.

Perpecahan internal kubu Gus Dur dan Muhaimin Iskandar yang melahirkan dua musyawarah nasional (Munas) pemilihan ketua umum, membuat perolehan kursi PKB merosot. Pada Pemilu 2009, partai tersebut hanya didukung 5.146.122 suara (4,9 persen) atau meraih 27 kursi di Senayan.

Konflik di tubuh PKB ikut memanas dengan ditetapkannya anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) Yusuf  Emir Faishal sebagai tersangka kasus dugaan suap alih fungsi hutan mangrove di Musi Banyuasin, Sumsel. Meski didera konflik berkepanjangan, PKB yang digawangi Cak Imin itu tetap bertahan.

Selain pernah menempatkan Matori Abdul Jalil sebagai Wakil Ketua MPR (1999-2001) dan Muhamin sebagai Wakil Ketua DPR (1999-2004 dan 2004-2009), PKB tak pernah absen menempatkan wakilnya di jajaran kabinet sejak 1999.

Menghadapi Pemilu 2014, PKB mencoba realistis. Mengusung slogan "PKB, Dari NU Untuk Indonesia" diharapkan mampu menggiring suara warga NU mendukungnya. Ditambah lagi dengan jargon "PKB Penerus Perjuangan Gus Dur ", dukungan terhadap PKB diharapkan bisa meningkat.

Masuknya Presiden Direktur Lion Group Rusdi Kirana awal Januari silam semakin menambah kekuatan PKB. Pengusaha yang mengaku mengagumi sosok Gus Dur itu langsung diplot sebagai Wakil Ketua Umum. Posisi itu diharapkan dapat memperkuat persepsi publik bahwa PKB merupakan partai terbuka.

Ditambah lagi, muncul nama-nama tenar seperti Mahfud MD, Jusuf Kalla, dan Rhoma Irama sebagai calon presiden. Partai bernomor urut 2 itu lantas menyebut diri sebagai partai yang antioligarki.
Dengan kekuatan baru yang dimilikinya, mampukah PKB bersaing di Pemilu 2014?

6. Nasdem, Pemain Baru di Pentas Nasional

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) didirikan pada Selasa, 26 Juli 2011. Para punggawa partai menyebut deklarasi itu sebagai salah satu upaya gerakan perubahan menuju cita-cita Republik Indonesia.

Patrice Rio Capella didapuk sebagai Ketua Umum, dengan tugas utama melakukan konsolidasi internal dan mengantarkan hingga Kongres Pertama Partai. Sebelum bergabung dengan Nasdem, Rio adalah Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Periode 2010-2015.

Kehadiran Partai Nasdem sebenarnya telah diprediksi sebelumnya. Setahun sebelum partai didirikan, tepatnya pada 1 Februari 2010, Surya Paloh, Sri Sultan Hamengku Buwono  X bersama 45 Tokoh Nasional membentuk Organisasi Masyarakat bernama Nasional Demokrat. Ormas inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Partai Nasdem.

Pembentukan ormas ini diduga karena kekecewaan pendirinya, Surya Paloh, lantaran kalah bertarung memperebutkan posisi Ketua Umum Partai Golkar dari Aburizal Bakrie pada Oktober 2009. Tak lama setelah peristiwa itu, Surya langsung mendirikan Ormas Nasdem.

Beberapa fungsionaris Partai Golkar seperti Syamsul Muarif, Enggartiasto Lukita, Ferry Mursyidan Baldan, Jeffrie Geovanie, Poempida Hidayatullah hingga Walikota Makassar  periode 2009-2014, Ilham Arif Sirajuddin, ikut bergabung mendeklarasikan Ormas ini. Termasuk di dalamnya adalah Anies Baswedan, yang saat ini justru ikut Konvensi Calon Presiden dari Partai Demokrat.

Aroma keretakan menyembul ke permukaan sebelum Kongres I digelar dalam tubuh partai yang belum pernah ikut pemilihan umum itu. Harry Tanoesoedibjo yang duduk sebagai Ketua Dewan Pakar bersama Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq terlibat perseteruan dengan Ketua Majelis Tinggi Surya Paloh. Tak mencapai titik temu, Harry Tanoe dan Ahmad Rofiq mundur dari kepengurusan partai. CEO MNC Group itu lalu mendirikan Ormas baru, Perindo.

Meski mendapat kritik keras, hajatan Kongres I tetap digelar. Seperti diduga sebelumnya, Surya Paloh terpilih menjadi Ketua Umum partai besutannya sendiri pada kongres yang dilaksanakan 25-26 Januari 2013. Lelaki kelahiran Banda Aceh, 16 Juli 1951 itu dipercaya memimpin partai selama 5 tahun ke depan bersama Patrice Rio Capella yang terpilih sebagai Sekretaris Jenderal.

Partai bernomor urut 1 ini memiliki jargon “Restorasi Indonesia” yang diturunkan ke empat kata kunci perjuangan: memperbaiki, mengembalikan, memulihkan, dan mencerahkan Republik Indonesia.

Sebagai peserta baru dalam pemilu, Nasdem termasuk yang paling muluk dalam menetapkan target suara dalam pemilu legislatif. Tak tanggung-tanggung, partai yang berkantor pusat di kawasan Gondangdia itu, yakin dapat meraih 20 persen suara di parlemen.

Kehadiran tokoh-tokoh populer seperti Ricky Subagja, Donny Damara, Mel Shandy, Melly Manuhutu, Teten Hamdan, dan Inke Maris, dinilai bisa memenuhi target peroleh suara Nasdem.

Dengan performa gerakan politik, yang didukung dengan iklan tiada henti lewat stasiun televisi Metro TV, akankah Partai Nasdem mampu mewujudkan mimpinya merestorasi Indonesia?

LIHAT DETAIL - Pesta Rakyat Demokrasi 2014

Friday, 15 November 2013

BUMN Career Days 2013

MARI
BERKARIR
DI BUMN

SEKILAS INFO MENJELANG WEEK END DUK! 

Mungkin ada yg berminat berpartisipasi dalam peluang Job Fair BUMN Pertama&Terbesar di Indonesia berikut ini duk, kalau saja bermanfaat tuk mengisi kegiatan akhir tahun di bulan desember 2013 dan iseng~iseng beradu nasib (www.bumncareerdays.com)

Tempat Istora Senayan dan Hotel Sultan,

Jakarta, 5 - 7 Desember 2013,  Dalam memenuhi kebutuhan SDM yang berkualitas, sudah semestinya asas keterbukaan dan kompetisi menjadi dasar sistem penjaringan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan BUMN berikut anak-anak perusahaannya sebagai gambaran pelaksanaan Good Corporate Government, memberikan peluang kepada semua calon tenaga kerja berkualitas berkarir di BUMN.

Dalam Kegiatan BUMN CAREER DAYS 2013, perusahaan peserta dipastikan dapat menseleksi lebih dari 150.000 pencari kerja potensial, dengan memanfaatkan perpaduan teknologi digital dan sosial media, serta multimedia, sistem penjaringan menjadi lebih efisien dan terbuka.
Kegiatan ini juga akan memfasilitasi diskusi strategis hal-hal terkait pengembangan SDM nasional, melibatkan para praktisi, akademisi, pengusaha, dan pemerintah dalam pengembangan manajemen dan teknologi terkait tata kelola SDM.

TUJUAN & BENTUK KEGIATAN

  1. Memberikan kesempatan BUMN seluasnya untuk mendapatkan calon tenaga kerja terbaik di Indonesia, demi terciptanya ‘dream team’.
  2. Memberikan kesempatan bagi para lulusan baru untuk dapat memiliki bekal dan mengenal dunia kerja serta mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki.
  3. Memberikan kesempatan bagi para profesional terbaik untuk turut berkontribusi positif serta berkreasi dengan menjadi karyawan prohire (professional hire) di perusahaan BUMN.
  4. Memberikan pemahaman kepada para praktisi SDM mengenai kondisi makro Indonesia, tantangan, tren, isu terbaru sekaligus berbagi pengalaman dari praktik terbaik (best practices) terkait peneratapan SDM.

BENTUK KEGIATAN

  1. BUMN JOB FAIR - Istora Senayan, 5 – 7 Desember 2013
  2. PORTAL HR SUMMIT - Hotel Sultan Jakarta, 5 – 6 Desember 2013

 TATA CARA PROSES RECRUTMENT

  • Peserta memasukkan informasi diri, mendapatkan ID,registrasi KlikDisini.
  • Peserta juga mendapatkan jadwal kehadiran yang disarankan.
  • Perusahaan peserta pameran mulai dapat mengakses Data Base Calon tenaga kerja selambatnya 2 (dua) minggu sebelum acara dimulai.
  • Perusahaan peserta dapat mengirimkan undangan (seleksi karyawan atau magang) pada calon tenaga kerja terpilih, untuk hadir ke acara dan memberikan konfirmasi di booth.
  • Calon tenaga kerja hadir saat acara, disarankan sesuai jadwal yang diberikan untuk kemudahan mereka sendiri.
  • Tidak ada lagi proses pengisian data, mereka diminta untuk menunjukkan ID Peserta berupa QR code.
  • Calon tenaga kerja disarankan untuk segera mendatangi booth Perusahaan yang mengundang terlebih dahulu untuk dapat memberikan konfirmasi menggunakan QR code.
  • Selanjutnya dapat melamar di booth lain dan mengikuti sesi sharing.
  • Perusahaan peserta dapat melakukan proses seleksi langsung di lokasi acara atau setelah acara, terhadap kandidat yang terpilih.
LIHAT DETAIL - BUMN Career Days 2013

Tuesday, 12 November 2013

Konsultan Perencana & Supervisi Konstruksi

Apa kabar blogger, apa kabar dunia??? sudah lama tidak ngeblog kali ini saya akan membicarakan tentang dunia. Dunia satu ini bukan dunia nyata yg kita tempati, dunia maya, ataupun dunia alien, tetapi dunia konsultan.
Dunia Konsultan sama halnya dengan dunia politik penuh intrik dan permainan semu, tiada kawan abadi dan tiada lawan abadi, yg ada hanya bagaimana cara memenangkan proses tender atau pelelangan. Tapi itulah fenomena alam dan kehidupan peradaban manusia, dalam hal ini saya tidak mau berpolemik duk antara pro dan kontra dunia konsultan, yang akan saya bahas di blog ini adalah sekilas info dunia konsultan yg mungkin akan bermanfaat, baik itu dari segi penyedia barang/jasa lelang ataupun dari segi pengguna barang/jasa lelang berikut dg contoh company profile perusahaan dan alamat-alamat website masalah pelelangan.
Berikut adalah info yg saya maksud duk;

1. INAPROC (http://inaproc.lkpp.go.id)
yaitu suatu portal pengadaan nasional atau LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) dalam website ini berupa layanan Pengumuman seluruh lelang seluruh indonesia, baik tentang info lelang terbaru, daftar perusahaan yg terkena blacklist, daftar link ke portal pengadaan lpse setiap provinsi/daerah, dan lain-lain.
INAPROC jg merupakan pintu gerbang sistem informasi elektronik yang terkait dengan informasi Pengadaan Barang/Jasa secara nasional yang dibangun dan dikelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah - Republik Indonesia.
Portal ini menjadi tempat penayangan rencana pengadaan dan pengumuman pengadaan oleh Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, dan Instansi. Disamping itu, portal ini memuat atau memberi akses dan tautan kepada seluruh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Katalog Barang untuk E-Purchasing, dan Daftar Hitam Penyedia Barang/Jasa. Portal ini juga dilengkapi dengan mesin pencari (search engine) pengumuman lelang yang sedang aktif/berjalan.

2. SiRUP (www.inaproc.lkpp.go.id/sirup)
yaitu Sistem informasi rencana umum pengadaan.

3. E-Catalogue (www.116.66.204.151/e-catalogue)
yaitu Katalog Elektronik

4. Monev OL (www.monev.lkpp.go.id)
Monev OL atau Monitoring & evaluasi online yaitu Informasi mengenai jenis Pengadaan Barang / Jasa dan modal (Misalnya barang, konstruksi, konsultansi, dan jasa lainnya) beserta info progres  keuangan dan progres fisiknya.

5. WBS (www.wbs.lkpp.go.id)
yaitu whistle blowing system adalah orang dalam K/D/L/I yg memiliki infirmasi dan akses informasi dan mengadukan perbuatan yg terindikasi penyimpangan dalam proses pengadaan barang/jasa yg terjadi di dalam organisasi pengadaan tempat dimana orang tersebut bekerja. Atau lebih sederhananya sebuah layanan untuk pengaduan pengadaan barang/jasa.

6. SDPe (www.inaproc.lkpp.go.id/v3/public/sdp/sdp.htm)
yaitu untuk mendownload dokumen tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik Dengan E-Tendering.

7. LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik)
LPSE adalah unit kerja yang dibentuk di seluruh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/lnstitusi Lainnya (K/L/D/I) untuk menyelenggarakan sistem pelayanan pengadaan barang/jasa secara elektronik serta memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik. ULP/Pejabat Pengadaan pada Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN yang tidak membentuk LPSE dapat menggunakan fasilitas LPSE yang terdekat dengan tempat kedudukannya untuk melaksanakan pengadaan secara elektronik. Selain memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik LPSE juga melayani registrasi penyedia barang dan jasa yang berdomisili di wilayah kerja LPSE yang bersangkutan
Pengadaan barang/jasa secara elektronik akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit dan memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time guna mewujudkan clean and good government dalam pengadaan barang/jasa pemerintah
Dasar hukum pembentukan LPSE adalah Pasal 111 Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah yang ketentuan teknis operasionalnya diatur oleh Peraturan Kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2010 tentang Layanan pengadaan Secara Elektronik. LPSE dalam menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik juga wajib memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditentukan dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
Layanan yang tersedia dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik saat ini adalah e-tendering yang ketentuan teknis operasionalnya diatur dengan Peraturan Kepala LKPP Nomor 1 Tahun 2011 tentang Tata Cara E-Tendering. Selain itu LKPP juga menyediakan fasilitas Katalog Elektronik (e-Catalogue) yang merupakan sistem informasi elektronik yang memuat daftar,jenis, spesifikasi teknis dan harga barang tertentu dari berbagai penyedia barang/jasa pemerintah, proses audit secara online (e-Audit), dan tata cara pembelian barang/jasa melalui katalog elektronik (e-Purchasing).
Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE)
SPSE merupakan aplikasi e-procurement yang dikembangkan oleh Direktorat e-Procurement - LKPP untuk digunakan oleh LPSE di seluruh K/L/D/I. Aplikasi ini dikembangkan dengan semangat efisiensi nasional sehingga tidak memerlukan biaya lisensi, baik lisensi SPSE itu sendiri maupun perangkat lunak pendukungnya.
SPSE dikembangkan oleh LKPP bekerja sama dengan:
1. Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk fungsi enkripsi dokumen
2. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk sub sistem audit
Logo Lemsaneg
LEMBAGA SANDI NEGARA

BPKP
LKPP
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ( LKPP ) merupakan Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden dan dibentuk berdasarkan Perpres No 106 tahun 2007.
LKPP merupakan lembaga pemerintah satu-satunya yang mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan perumusan kebijakan pengadaan barang/jasa Pemerintah, dan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya LKPP dikoordinasikan oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional.


Demikian tadi diatas telah disebutkan beberapa media dan lembaga yg turut serta dalam proses pengadaan barang / jasa pada pemerintah, berikut ini adalah company profile salah satu perusahaan konsultan perencana & supervisi konstruksi yaitu; PT. Malta Satya Utama, PT. Palindo Bangun Konsultan, CV. Graha Citra Rekayasa, CV. Firma Karya Cipta, CV. Tri Lestari Utama, CV. Tri Hidayah Karya Engineering, CV. Selfira Konsultan dll.


PT. MALTA SATYA UTAMA

1.              Latar Belakang Perusahaan Konsultan

PT. Malta Satya Utama pada awal pendiriannya berbentuk CV dan mengalami   perubahan menjadi Pereseroan Terbatas dengan seiringnya banyak permintaan untuk mengerjakan kegiatan – kegiatan yang lebih besar dari pemberi tugas.

PT. Malta Satya Utama telah banyak menangani pekerjaan/proyek di beberapa wilayah Indonesia yang mencakup  berbagai bidang  pekerjaan diantaranya sub bidang transportasi, bangunan gedung dan pabrik, Perumahan dan Permukiman, penataan ruang, kajian lingkungan, dan lain-lain dengan berbagai lingkup layanan jasa seperti Perencanaan Umum, Perencanaan Teknik, Technical Assistant/Manajemen Konstruksi, Study Kelayakan, AMDAL, Pemberdayaan Masyarakat dan lain-lain.

Perusahaan Konsultan PT. Malta Satya Utama didirikan untuk ikut berperan atas peningkatan kebutuhan keahlian dalam bidang teknik, bio-fisik, sosial-ekonomi, manajemen, dan institusi; seiring dengan dinamika pembangunan di Indonesia.

Kualifikasi yang dimiliki oleh perusahaan ini adalah Kualifikasi  menengah (m) yang mencakup bidang-bidang: Bidang Arsitektur;  Bidang Teknik Lingkungan & Lingkungan Hidup; Pengembangan  Kota  dan  Wilayah; Pengembangan  Sumber Daya / Prasarana Keairan; Pengembangan  Prasarana Transportasi; Bidang Struktur Bangunan Telekomunikasi, Gedung Dan Lain-Lain; Bidang Elektrikal; Bidang Mekanikal, dan Bidang Lainnya

Sesuai dengan bidang-bidang yang ditanganinya, di lingkungan internal perusahaan terdapat beberapa Departemen yang memberikan layanan sesuai dengan pengelompokan spesifikasi kegiatannya, yakni:
-    Pengembangan Transportasi dan Infrastruktur (Bina marga);
-    Pengembangan Ke-Ciptakarya-an Teknik Sipil;
-    Pengembangan Ke-Irigasian / Pengairan;
-    Pengembangan Wilayah dan Kota, serta Arsitektur;
-    Pengembangan Teknis dan Pengelolaan Lingkungan;
-    Pengembangan Sumber Daya Alam;
-    Pengembangan Pertanian dan Pedesaan;
-    Pengelolaan Sumber Daya Alam;
-    Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Institusi; dan
-    Pengembangan Sistem Informasi Geografis.

Setiap departemen di atas memberikan layanan jasa konsultasi untuk memenuhi semua tahapan pembangunan termasuk :
-    Rencana Induk (Master Plan);
-    Identifikasi dan Studi (Pra) kelayakan;
-    Rancangan dan Perencanaan Teknis;
-    Analisis Kelayakan Ekonomi dan Keuangan;
-    Pengaturan Pendanaan Proyek;
-    Analisis Mengenai Dampak Lingkungan;
-    Pengawasan Konstruksi dan Manajemen Proyek (monitoring & supervisi);
-    Bantuan Teknis dan Perkuatan Manajemen;
-    Pelatihan Sumber Daya Manusia; dan
-    Pemantauan dan Evaluasi (PBME).

Konsultan PT. Malta Satya Utama sanggup melaksanakan pekerjaan dengan kualitas yang tinggi, guna memenuhi standar nasional dan internasional. Pada setiap tahapan pekerjaan, kami mengupayakan kerja sama profesional dengan pemberi tugas (client), untuk menjamin kemajuan dan kualitas pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan.

Konsultan PT. Malta Satya Utama menyediakan layanan yang bervariasi, mulai dari jasa ad-hoc jangka pendek dengan waktu tidak lebih dari beberapa hari atau minggu sampai dengan tugas jangka panjang selama beberapa bulan atau lebih lama. Setiap penugasan yang diberikan tanpa membedakan ukurannya, akan kami laksanakan secara teliti, cermat dan seksama.

Kepercayaan yang telah diberikan pemerintah dan Swasta dalam menangani sejumlah proyek-proyek dengan sumber dana bantuan asing seperti OECF, ADB, IBRD dan EEC, setiap kali merupakan tantangan baru yang menjadikan kami semakin matang dan berpengalaman.


2.           Profil Dan Bagan Organisasi Perusahaan

Nama Perusahaan                    :  PT. Malta Satya Utama
Alamat Perusahaan                  :  Jl. Letkol. Iskandar Komp. Ilir Barat Permai 
                                                   Blok D1 No. 62 Telp. (0711) 311512 Fax.
   (0711)   355138 Palembang

Pemegang Saham                  : 1. Ir. Abdul Rozak, Msc
                                              2. Erlinawati, SE

Dewan Komisaris      :
Dewan Direksi :          
Direktur Utama               : Ir. Abdul Rozak Msc
Direktur                         : Rachmad Sonhadi,ST

Dalam eksistensinya didalam pasar jasa konsultan selalu melakukan analisis lingkungan usaha, dimana seluruh pengaruh positif dan negatif dikaji secara intensif.  Kajian Analisis Lingkungan Usaha tersebut adalah terdiri dari:
a.       Lingkungan Internal; mengkaji pengaruh lingkungan di dalam perusahaan yang terdiri dari Sumber Daya (Manusia, Keuangan, Peralatan, Metodologi, Marketing, Informasi), Budaya dalam perusahaan dan struktur organisasi.

b.      "TASK" Environmental; mengkaji pengaruh lingkungan "TASK" yang terdiri dari Pemilik Modal, Pemerintah, Pelanggan, Pemasok, DEPNAKER, Bank, Masyarakat, Pesaing dan INKINDO.

c.       Lingkungan Eksternal; mengkaji pengaruh lingkungan luar yang terdiri dari Sosial Budaya, Ekonomi, Politik dan Teknlogi.

Sebegitu pentingnya Kajian Lingkungan Usaha bagi PT. Malta Satya Utama dan memberikan layanannya, untuk itu Lingkungan Internal harus dipenuhi paling tidak pada angka minimal, "TASK" Invironmental harus dikuasai paling tidak sejalan dengan kebijakan yang berlaku dan Lingkungan Luar yang harus dipatuhi.

Bagian lainnya, terbagi atas bagian Pendukung Teknis (Technical Support) dan Pendukung Administrasi dan Keuangan. Struktur organisasi perusahaan disajikan pada halaman berikutnya.

PT. Malta Satya Utama mempekerjakan staf profesional dari berbagai disiplin ilmu, masing-masing merupakan lulusan Universitas dengan pengalaman yang luas. Sebagian dari mereka mendapat tambahan pelatihan di luar negeri.

Staf PT. Malta Satya Utama terdiri dari para ahli di bidang teknik, ekonomi, agronomi, teknisi, surveyor dan lain-lain yang kini berjumlah 388 orang yaitu:

1. Tenaga Profesional
    -     Teknik Sipil  Bidang Struktur Bangunan                                 5
    -     Teknik Sipil                                                                         22
    -     Teknik Lingkungan                                                               3
    -     Teknik Pengairan                                                                  3
    -     Teknik Geologi                                                                     4
    -     Teknik Geodesi                                                                     6
    -     Teknik Arsitektur                                                                  3
    -     Teknik Pertanian                                                                   1
    -     Teknik Fisika                                                                         1
    -     Teknik Penyehatan                                                                1
    -     Agronomi                                                                              1
    -     Ekonomi                                                                              2
    -     Keuangan                                                                            1                         
    -     Akuntansi                                                                                 1
    -     Sekretaris & Manajemen                                                        3
                                                                                               

Salah  satu bagian penting  adalah  Sistem  Organisasi, untuk  itu  yang  dipergunakan  PT. Malta Satya Utama adalah sistim garis (line) dengan mengutamakan kerja secara "tim work", Guna    menangani pekerjaan-pekerjaan  yang   di peroleh   dan pelaksanaan pengembangan perusahaan.

3.           Lingkup Aktivitas
Sesuai dengan Undang-undang Jasa Konstruksi No.18 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah No.28, 29, 30 Tahun 2000 dan Keputusan  Presiden RI No.18 Tahun 2000 beserta petunjuk pelaksanaan serta Surat Keputusan Dewan LPJKN serta Ketua KADIN, adapun  bidang  layanan PT. Malta Satya Utama dalam bidang jasa konsultansi  adalah Bidang Konstruksi dan Non Konstruksi.

LIHAT DETAIL - Konsultan Perencana & Supervisi Konstruksi